karya Rochyana Rohadi
![]() |
sumber foto : internet. |
I
Senja bernuansa abu-abu
langitnya…lautnya…
jingganya sinar surya kalah terbalut
sendu
Angin sepoi memainkan rambutku
sejuk… membuat mata terpejam
merasakan hadirmu
Kau dengarkah pintaku untuk
duduk di sampingku
mendengarkan nyanyi air yang merdu ?
II
Nuansa kelabu makin meraja
Sementara lampu - lampu mulai menyala
menambah sendu suasana
Dari tepi pantai
gedung-gedung terlihat seperti siluet
ikut berwarna kelabu karena jarak
yang jauh
Sunyi menyusup ke hati
Sepi…tapi ada tenang perlahan
menyelimut jiwani
entah kenapa aku merasa
benar-benar engkau temani
III
Senja tambah temaram…
Perahu lembayung berbendera hijau muda
terus bergoyang dipermainkan gelombang
Kukatakan dalam hati:
“Andy, sedari tadi dia menunggu kau datang”
IV
Perahu Prabu ditambatkan berdampingan
dengan lembayung
bagai sepasang kekasih saling memandang
dan bercakap dalam diam
bahasa batin, yang bermainn
V
Ada suara musik dan nyanyi dari cafe
di pinggir pantai :
“Aaaa…aaaa…aaaa…”
Seriosa seperti orang kesurupan
Kemudian terdengar lagu Megi Z :
“Tidak semua…laki-laki…”
Ya ampun…
Kaya’nya lebih bagus tak usah menyanyi…
VI
Bulan biru muda mengintip dari balik
awan hitam
kontras dengan kuning terangnya lampu
dermaga
Aku memandang ke laut lepas
Terpaut pandang ke perahu-perahu boot
Yang sesekali lintas
Deru mesinnya memecah sunyi
yang membalut jiwani
menyadarkan hati kalau aku hanya sendiri
VII
Sudah malam…
Nafasku sedikit lega
mungkin karena rasa stress yang mereda
Aku pulang , merenda kata dalam malam
Keren... menyentuh,,
BalasHapus