Ayo gabung! Poskan karya anda ke salonsastra@yahoo.com atau salonsastra@gmail.com. Karya anda bisa berbentuk puisi, prosa atau renungan (maks. 1 hal quarto), dalam bentuk teks, audio maupun video. Kunjungi juga Obrolan Sastra Salonsastra di Facebook dan Salon Sastra Grup di Flickr.

12.06.2010

Matamu Samudraku

karya Divin Nahb

sumber foto : http://www.pool.org.au/

Mungkin kau sudah lupa bahwa matamu adalah samudera untukku.

Dulu...
Ketika matahari tak berwarna
kau curi tangan ini agar menyatu dengan hangatmu,
lalu, kita menabur warna kuning kepadanya

Dulu...
Saat aku bingung akan malam
Kau ejakan kehangatan di bawah purnama
sambil bercerita tanpa kata tentang nenek yang menyulam dengan kucingnya

Dan, dulu...
Semua adalah satu
Hati, pikiran, tangan, mata kita

Lalu, ke manakah cerita itu...??
cerita yang hanya digoreskan dengan sepasang mata
mata yang kuciumi hingga hanyut
hanyut dalam samudera matamu yang aku ciptakan

--

Mungkin benar kau sudah lupa bahwa matamu adalah samudera untukku

Dan, bolehkah bila kumenjadi gila karenanya??


Tangerang, 04 Juli 2010

MENUNGGU... KATA MAAFMU...

Karya Lika Niea
sumber foto : http://www.picasaweb.google.com/

Aku meratapi tangis yang terus tumpah karenamu... sekalipun telah mencoba ikhlas dengan kepergianmu... tapi kumasih berhutang maaf denganmu... maaf yang begitu sulit kudapat darimu, padahal itu amat berarti buatku... kadang terpikir bahwa kau begitu membenciku... hingga sesaat perkenalanmu dengan ku tak lagi punya arti... entah apa kau membaca pesanku... atau kau buang begitu tahu... tapi aku tak akan berhenti meminta maaf... karena islahku tak akan habis untukmu... karena aku mengharapkan keberkahan untukmu... aku tak ingin kau menyimpan benci yang justru akan menyulitkanmu mendapatkan keberkahan hidup... begitu pula denganku... bagaimana jika saat perjumpaanku dengan dunia telah berakhir... tapi kutetap tak mendapatkan maafmu?... sementara perjalanku akan semakin rumit setelahnya... sahabat ku tersayang... kau akan tetap menjadi pelitaku... karena sesungguhnya sinarmu tak pernah meredup dihatiku... aku akan menjaganya agar sinar kasihmu tak lekang diterjang egoku... ku berharap kau akan selalu bahagia... Dan buatku menunggu maaf mu Seperti menginjak ranjau ... melaju melangkah maka kuhancur... menetap diam ku tak akan ada arti... jika keagungan alam bisa mewakilkan keaagungan cintaku untukmu... maka akan kupilih air sebagai pengganti diriku... karena jika kau berkawan dengan haus dan letih maka air akan menyejukanmu... jika kau berkawan dengan penat dan jenuh... gemericiknya akan menenangkanmu... maka akupun ingin indahku terlukiskan seperti senja... dengan temaram  jingganya menyelimutimu dengan cinta... mengantarmu menapaki sendunya malam... dan benar adanya cinta tak selamanya memiliki... meski bumi terbagi... meski langit tak lagi beratap... jodohmu adalah jodohmu... dan jodohku adalah jodohku... tersyukuri dalam ucapan... termaknai dalam kasihsayang... tak usah risau aku hanya datang membawa pena... untuk menuliskan kata maaf sebagai gambaran hati yang tak lagi memendam amarah atas cinta yang terpatahkan... sebagai gambaran bahwa aku telah ikhlas kau tinggalkan... bahwa cinta tak mungkit terpaut dalam-dalam... karena kau telah memupuk bahagiamu sendiri... dengan pelita... pelita hatimu... bukan denganku... kekasih dan sahabatku... tak ada yang tak termaafkan... sebesar apa bencimu... hinggaku tak layak di maafkan?... Aku hanya singgah dan kemudian pergi dari dinding hatimu... aku kembali hanya untuk meminta maafmu... Abang... MAAFKAN AKU...

Padamu Baktiku

karya A Rahman Al Hakim
sumber foto dari internet

Kenangan itu menghiasi hari…
Menjadi pelita lewati sunyi…
Katamu mengalun dalam hati…
Nasehatmu menyatu dalam diri…
Semua ini kubawa hingga akhir nafas…

Oh… kau yang membimbingku
Oh… kau yang menuntunku
Jasadmu terbaring dalam damai
Rohmu senantiasa bersama hari

Untukmu… bakti yang tak selesai kumerangkai…
Untukmu… pengabdian yang tak lunas kubayar…

Maknamu yang tak selesai kukaji
Jasamu tiada dapat kan kubalas
Karena aku masih menjalani hari
Aku hanyalah seorang pejalan…

Pada rindu kita bertemu
Dalam mahligai cinta
Saat aku menemuimu
Sambut kedatanganku
Wahai kamu jiwaku

(ARAska.Bjm.Kalsel)

OPINI TANAH AIRKU

Oleh  Widi Hatmoko

http://www.3.bp.blogspot.com/

Indonesia..
tanah airku;
tanahnya beli, airnya beli
tanah subur, rakyat tak makmur-makmur
tanah-tanah digusur,
digusur!!
digusur!!
digusur!!
digusur!!
air  mengalir
banjir
menggenangi tanah-tanah tergusur

Indonesia..
tumpah darahku,
tumpah air mataku,
tumpah ruah harapanku

merdeka!!
korupsi?  merdeka
merdeka!!
mafia hukum? merdeka
merdeka!!
rakyat sengsara? merdeka
merdeka!!
Pengangguran? merdeka
merdeka!!
merdeka!!
merdeka!!
merdeka!!
gombal mukiyo
merdeka!!

Satelit Jakarta 2010

12.01.2010

r.a.k.y.a.t

karya Deha Hadinata

sumber foto : http://www.picasaweb.google.com/

sejarah adalah gurat pena tanpa tinta
buram tak terbaca
tentang kuasa, harga dan nilai kami
sebab di pentas politik
tak ada nama kami
kecuali jejak mereka
atas tengkuk kami

sila dengar siapa kami
pada sayup gumam para bijak

atau
baca saja dongeng keagungan kami
pada kitab kusam tua bertulis entah

atau
simak legenda kehebatan kami
pada mantra kata demokrasi

telah kami terima takdir sebagai bukan apa
sementara:
pada punggung mereka tertera nama kami
atas nama Tuhan mereka sumpah urus negeri
di atas singgasana mereka kentuti kami
    
     huruf-huruf a.m.a.n.a.t tak tereja
     bergugur raib entah

sungguh
ini negeri surga mana neraka iya
bencana meremuk lapar dipiara
tatap malaikat maut merah nyala
sembari curi sana-sini mereka berkata:
 “thanks god, kaulah pemberi karunia”
alangkah mulia!

asa membelati, air mata memisau
muka kami sendiri
gerbong kereta oleng
penumpang mengiba
sia-sia
kemana berkeluh
hidup bagai nunggu ajal saja.


pondokgede.2010

Selamat Malam Kaum Buruh

karya Iwan NoUse dari  Puisi Inunesia
 
sumber gambar dari : http://www.ppium.files.wordpress.com/

Senja itu sampai juga di atap rumah

Aku melambai pada mentari yang setengah

Tubuh kumalku mendidih



Langit sedikit sedikit hitam

Aku masih telanjang

Dengan bau tubuh yang asam



Pabrik menutup rapat

Buruh melangkah pulang

Seperti parade di gang gang



Malammalam datang juga

Aku antri panjang untuk mandi

Semua bawa gayung sendirisendiri



Kontrakan lampu lima watt

Aku tergeletak

Nafas ku kencang persis kipas diatap



Jam dinding mengapa begitu cepat

Detik,menit waktu bergerak

Aku belum lelap



Tubuh ngilu

Minum jamu

Ngutang dulu



Tubuh letih

Berbaring

Semoga matahari terlambat esok hari



Inu, Melawai 25 nov 2010

Yang di Kontrak

karya IwaNoUse  (dari Puisi Inunesi)

sumber foto : http://www.gemilangsales.files.wordpress.com/

sawah bapak di jadikan modal

seekor kambing di jadikan bekal

katanya masuk pabrik terkenal

janji yayasan ternyata gombal



kontrakan reyot ini jadi saksi

minum kopi pengganti nasi

tidur berhimpit bagai ikan teri

ingin kentut pun harus ngantri



siang malam membanting tulang

berserikat pun kami dilarang

sudah puas di suruh pulang

kata mereka ini undang - undang



biar keringat sudah berkerak

upah sebulan cuma jadi riak

jadi buruh seperti taplak

apalagi berstatus kontrak



IwaNoUse, - 28 November 2010 -

11.25.2010

pada: Nurfa Rosanti


Karya : Edy Firmansyah

sumber foto : http://www.picasaweb.google.com/



pergilah, manisku. pergilah

tapi bergegaslah kembali ke sampingku

karena kepergianmu menjadikan hari-hari

begitu panjang dan melelahkan

pagi yang cerah, senja yang indah

terus-menerus menyeretku dalam kesedihan yang parah

kamar-kamar penuh buku

seperti begitu kosong dan pilu



di senja kulihat siluetmu terpana

di senja kulihat bayangan matamu berkacakaca

oh, betapa kesedihan kita sama.

oh betapa kebersamaan kita begitu purba



segeralah kembali, manisku. segeralah kembali

jika tidak, aku akan berkelana, menyebrangi semua samudera

menyusuri segala pintu waktu sambil berteriak;

adakah kau disitu? adakah kau disitu?

maka temani aku. temani aku dalam tawa dan pilu

jangan biarkan aku menjemput maut tanpa sekutu

tanpa kau disampingku



madura23112010 

Tanah Air

oleh : inu
sumber foto : http://www.mazyo.files.wordpress.com/


Tanah air lukaluka
Nyawa darah tumpah sudah

Tanah air subur permai
Kayaraya seantero dunia

Tanah air tanah kita
Jiwajiwa teraniaya

Tanah air tanah bunda
Jiwaraga siap membela

Tanah air malapetaka
Jutajuta rakyat sengsara


Mana dimana sebidang tanah kupunya
Tanah yang ku punya direbut penjajah

Mana dimana hasil bumi saya
Hasil bumi saya dirampok pengusaha

Cacacaca...
Hey... hey..
Cacacaca...
Hey... hey...

25nov 2010